Komputer KUANTUM | SINARDINAMIS Komputer KUANTUM | SINARDINAMIS

Sabtu, 04 Januari 2014

Komputer KUANTUM


Sebuah komputer super bernilai US$ 15 juta atau sekira Rp 146 miliar yang menggunakan prinsip 'fisika kuantum' akan segera diinstal di fasilitas Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Komputer itu akan dipakai bersama oleh Google NASA, dan ilmuwan lain. Dengan komputer itu, mereka bisa mengakses mesin yang 3.600 kali lebih cepat dari komputer konvensional. Tidak seperti mesin lain yang standar, prosesor


D-Wave Two terlihat memanfaatkan efek yang disebut terowongan kuantum -- membuatnya bisa memecahkan beberapa jenis masalah matematika hanya dalam sepersekian detik.

Secara efektif, komputer super ini bisa mencoba semua solusi yang mungkin dalam waktu bersamaan, dan memilih yang terbaik.
Google ingin menggunakan fasilitas Ames Research Center milik NASA yang terletak di California, untuk mengetahui bagaimana komputasi kuantum bisa memajukan teknik belajar mesin dan kecerdasan buatan, termasuk untuk mengenali suara.
Para peneliti dari universitas juga punya porsi waktu 20 persen melalui Universities Space Research Agency (USRA).

Super-rumit

Perusahaan Kanada, D-Wave Systems yang membuat mesin itu, mengundang skeptisisme selama bertahun-tahun dari para ahli komputasi kuantum di seluruh dunia. Sampai penelitian diuraikan awal tahun ini, sejumlah ahli menduga, mesin yang dihasilkan perusahaan itu tak punya bukti menggunakan efek khusus kuantum.
Apalagi, komputasi kuantum memanfaatkan perilaku 'aneh' materi dalam skala kuantum. Komputer kuantum tidak menggunakan bits tetapi qubits (Quantum Bits).
Sebaliknya, D-Wave Systems fokus membangun mesin yang mengekspolitas teknik yang disebut quantum annealing -- cara penyulingan solusi matematika yang optimal dari semua kemungkinan.
Sementara, quantum annealing dimungkinkan oleh efek fisika yang dikenal sebagai terowongan kuantum.

Jika ini tidak diwujudkan, "Di masa depan, 20 tahun dari sekarang, kita akan melongok ke belakang dan bertanya-tanya mengapa tak ada orang yang pernah berpikir bahwa ini adalah ide yang bagus," kata Geordie Rose, chief technology officer D-Wave, seperti dikutip dari BBC, Jumat (17/5/2013).
Menurut sebuah makalah yang dipresentasikan minggu ini, komputer kuantum ini memiliki cara kerja yang cepat. Hanya butuh lebih dari setengah detik untuk memecahkan masalah tertentu, dibanding perangkat lunak komputer biasa yang butuh setidaknya 30 menit.

Kabarnya perangkat berharga Rp 146 miliar ditempatkan di sebuah kotak dan akan diinstal NASA, dan mulai bisa dimanfaatkan para peneliti musim gugur 2013 mendatang.
Penggunaan komputer kuantum tak akan serta-merta menyingkirkan komputer digital. Sebab, masih sulit diciptakan dan harganya mahal